Friday, September 6, 2013

Antara sifat terpuji Muhammad Rasulullah ialah sentiasa bersangka baik pada manusia & 
Allah S.W.T @ Positive presumption to human & ALLAH S.W.T is a character or 
quality of Prophet Muhammad Rasulullah S.A.W



Saturday, March 30, 2013

Siti Aisyah Binti Abu Bakar R.A.


Rasulullah SAW membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah r.a yang telah banyak dikenal. Ketika wahyu datang pada Rasulullah SAW, Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah istrinya didunia dan diakhirat, sebagaimana diterangkan didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah r.a, Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutra hijau kepada Nabi SAW, lalu berkata.' Ini adalah istrimu didunia dan di akhirat." Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah SWT yang menerangkan kesuciannyadan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik.
       Aisyah dilahirkan empat tahun sesudah Nabi SAW diutus menjadi Rasul. Semasa kecil dia bermain-main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah SAW usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebagian besarriwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya.
 
       Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a datang wahyu kepada Nabi SAW untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu Nabi SAW berkata kepada Aisyah, " Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutra seraya berkata,' Ini adalah istrimu.' Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya,' Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan terlaksana."
Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah SAW setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuhberkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk didalamnya Aisyah r.a. Dengan izin Allah SWT menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham. Aisyah tinggal dikamar yang berdampingan dengan masjid Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Dihati Rasulullah SAW, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, " Cinta pertama yang terjadi didalam Islam adalah cintanya Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a."
         Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan "Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah dihadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya,' Sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti istri kecintaanRasulullah SAW." Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah SAW terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, 'Demi Allah SWT, dia adalah manusia yang paling beliau cintai selain ayahnya (Abu Bakar)'.
        Di antara isteri-isteri Rasulullah SAW, Saudah bin Zum`ah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah SAW rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah SAW. Menjelang wafat, Rasulullah SAWmeminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah berkata, "Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah SAW wafat dipangkuanku." Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah SAW selama sakit dikamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Rasulullah SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, "Jika yang engkau lihat itu benar, maka dirumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia dimuka bumi." Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar berkata, "Beliau adalah orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu." Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur dirumah Aisyah.
         Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir Allah SWT dan selalu berdiam dirididalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah SWT. Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah kemakam Nabi SAW. Ketika istri-istri Nabi SAW hendak mengutus Ustman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi SAW yang merupakan bagian mereka, Aisyah justru berkata, "Bukankah Rasulullah SAW telah berkata, 'Kami paranabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah." Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Didalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah SAW jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Aisyah termasuk wanita yang banyak menghapalkanhadits-hadits Nabi SAW, sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.
         Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 th, bertepatan dengan bulan Ramadhan,th ke-58 H, dan dikuburkan di Baqi`. Kehidupan Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah SAW, selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. Dimana sabda Rasul, "Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma." (HR. Ahmad )

Sunday, September 26, 2010

Why Muslim Woman

Nabi s.a.w bersabda maksudnya ; apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan solah lima waktu ,puasa bulan ramdhan, menjaga maruahnya, mentaati perintah suaminya, maka dia dijemput ALLAH SWT di akhirat supaya masuk syurga mengikut pintu mana yang dia suka (mengikut pilihannya)
. (Hadith Riwayat Ahmad)

Kelebihan dan keistimewaan Wanita Islam

1.Seorang wanita solehah lebih baik dari 1000 orang wali

2.Dua rakaat solat daripada wanita hamil lebih baik daripada 80 rakaat solah wanita tidak hamil.

3.Wanita yang beri susu kepada anaknya daripada dadanya akan mendapat satu pahala dari setiap titik susu yang diberikannya.

4.Apabila suami pulang ke rumah dalam keadaan letih dan isteri layan dengan baik ,isteri memperolehi pahala jihad.

5.Seorang isteri yang tidak cukup tidur pada malam harikerana kerana menjaga anak yang sakit akan di ampun oleh ALLAH s.w.t akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya ALLAH s.w.t memberinya 12 ahun pahala ibadat.

6.Isteri yang melihat suami dengan kasih sayang dan suami pula melihat isteri dengan kasih sayang,ALLAH swt akan pandang mereka dengan penuh rahmat.

7.Wanita yang menyebabkan suaminya keluar jalan ALLAH swt dan kemudian menjaga rumahtangganya ,akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya dan menjadi jadi ketua kepada 70,000 malaikat dan bidadari. wanita ini akan dimandikan dalam syurga lalu menunggu suaminya sambil menaiki kuda yang dibuat dari permata Yaqut.

Nabi s.a.w bersabda maksudnya; seorang wanita yang redha mengandung bayi hasil perhubungan dengan suaminya yang sah dan suaminya redha pula kepadanya, maka ALLAH SWT akan memberi ganjaran pahala seperti mana pahala puasa fisabilillah.bila dia merasa sakit ketika melahirkan anak, maka ALLAH SWT tambah lagi pahala yang tidak terkira oleh manusia oleh kerana terlalu banyaknya. Bila telah melahirkan anak dan dia mennyusukan anak dengan susunya sendiri,maka setiap teguk bayinya ALLAH SWT berikan satu kebajikan. Bila dia semalaman tidak tidur kerana menjaga anaknya yang menangis,sakit dan sebagainya, maka ALLAH SWT beri lagi pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dalam fisabilillah dengan ikhlas. ( Hadith Riwayat Hassan Bin Sofwan,At Tabrani,Ibnu Asakir)

Monday, October 19, 2009

Kisah Wanita Zaman Sekarang

Perjuangannya “memeluk” Islam dilakukan dengan penuh risiko, ia bahkan diancam bunuh. Dulu ia ingin 'mengkristiankan' orang. Kini malah mengislamkan orang.Semenjak memeluk Islam, ibunya sudah tak mengakui lagi ia sebagai anak. Ayahnya bahkan hendak menembaknya pula. Kakaknya menganggap ia sudah gila. Lalu suami menceraikannya. Oleh pengadilan dia diinafikan punya hak mengasuh kedua anaknya, kecuali meninggalkan Islam. Belum selesai sampai disitu, setelah mengenakan jilbab ia malah dikeluarkan dari tempat kerjanya. Begitulah ujian demi ujian datang menerpa Aminah Assilmi setelah memeluk Islam. Namun perempuan Amerika ini tetap tegar. Hasil, dengan kuasa Allah, beberapa tahun kemudian neneknya yang telah berusia 100 tahun masuk Islam. Lalu bapaknya, diikuti ibu, kakak, anak lelakinya yang telah berusia 21 pun kemudian memeluk Islam. Bahkan, enam belas tahun setelah bercerai, mantan suaminya juga masuk Islam. Aminah Assilmi dulunya seorang juru baptis, penganut feminis yang radikal dan juga seorang jurnalis radio. Tapi kini, selepas memeluk Islam, dia bagaikan seorang duta besar bagi agama Islam. Sebagai Director International Union of Muslim Women atau Persatuan Wanita Muslim International dia benar-benar menyuarakan kebenaran Islam. Aminah kerap mengadakan perjalanan, berceramah di kampus-kampus, menyeru pentingnya keperihatinan terhadap keseluruhan masyarakat serta berbagi pemahaman atas keyakinan agama yang dianutnya kini. Aminah sendiri, jauh sebelum mengenal Islam, awalnya berada di kalangan kelompok pembenci Islam. Dalam buku yang dikarangnya “Choosing Islam”, Aminah menceritakan permulaanya dengan Islam.

Bermula dari Kesalahan Pendaftaran komputer

Aminah dikenal sebagai gadis yang cerdas hingga memperoleh biasiswa selama kuliah. Disamping itu ia juga mengembangkan perniagaannya sendiri, berkerja secara professional hingga akhirnya memperoleh penghargaan (awards). Semua itu berlangsung semasa masih kuliah di Pusat pengajian tinggi. Ada kejadian menarik tatkala ia memasukkan data pendaftaran di kuliah ke komputer di kampusnya. Bermula dari sinilah ia mengenal Islam hingga di kemudian hari kehidupannya berubah secara total. “Kejadian itu pada tahun 1975 ketika pertama kali pendaftaran kemasukan kuliah menggunakan sistem komputer. Waktu itu saya melakukan pendaftaran dikomputer untuk kuliah komputer. Setelah mendaftar saya pun berangkat ke Oklahoma untuk urusan perniagaan,”. Urusan perniagaan agak lama, membuatnya tertanggung untuk kembali ke kampus. Dan baru muncul di kampus dua minggu setelah kuliah dimulakan. Bagi dia ketinggalan pelajaran dan tugas-tugas mata kuliah tidak ada masalah. Namun yang membuatnya sangat terkejut adalah ketika diketahui rekod di dalam komputer ada kesilapan pendaftaran. Di komputer namanya tertera sebagai peserta kelas Theatre, sebuah kelas dimana para mahasiswa mesti tunjuk kebolehan di depan peserta lainnya. “Saya ini gadis pendiam. Bagi saya berdiri di depan kelas adalah hal yang sangat menakutkan. untuk membatalakn saja membatalkan Kuliah tidak mungkin lagi, ianya sudah agak terlambat. Tidak hadir sama sekali selama kuliah, juga bukan pilihan yang tepat. Sebabnya saya menerima biasiswa. Bila nilai saya jatuh, biasiswa boleh dibatalkan,” tambahnya. Suami Aminah menyarankan agar ia menemui pensyarah supaya dapat membantu mencari penyelesaian alternatif lain.Pensyarah telah mencadangkan untuk masuk ke kelas lain. Namun alangkah terkejutnya Aminah tatkala masuk ke kelas alternatif itu. “Saya tak menduga di kelas itu banyak sekali wanita Arab berjilbab. Waktu itu saya menyebut mereka dengan “para penunggang unta”. semangat belajar saya hilang,” tambahnya. Aminah tidak jadi ikut kelas tersebut dan pulang ke rumah.“Saya tidak mahu berada di tengah-tengah orang-orang Arab. Saya tidak mahu duduk seiring dengan orang-orang kafir kotor itu!,” tulis Aminah dalam bukunya. Suaminya, seperti biasa, tetap tenang menghadapinya. Dengan kelam kabut,suami saya memberitahu bahawa Tuhan mempunyai maksud tertentu atas segala apa yang terjadi. Ia lalu meminta Aminah untuk berfikir masak-masak sebelum memutuskan berhenti kuliah. Katanyalagi pembiaya biasiswa telah mengeluarkan dana untuk pelajarannya itu. Selama dua hari Aminah mendiam diri di kamarnya untuk membuat keputusan. Akhirnya dia memutuskan kembali ke kampus.Waktu itu, menurut Aminah, dia seperti merasakan seolah-olah Tuhan memberinya tugas untuk mengkristiankan mahasiswi Arab itu. Ia rasakan seperti ada sebuah misi yang mesti dijalankan dengan segera .............

Misi Kristianisasi

Apabila kembali ke kampus,Aminah pun mulai menjalankan misi Kristianisasi kepada mahasiswi Arab itu. “Saya terangkan tentang neraka. Bagaimana mereka akan dibakar dan disiksa jika tak ikut ajaran Kristian. Lalu saya terangkan Jesus cinta mereka dan Jesus mati disalib untuk menebus dosa-dosa pengikutnya. Jadi kita musti ikuti dia.” terang Aminah yang mengaku hiran dengan kesopanan mahasiswi Arab tersebut. Mereka tidak membantah sedikitpun dengan apa yang diterangkannya. “Anak-anak Arab itu masih belum tertarik juga dengan Kristian. Saya putuskan untuk mencuba cara lain. Yakni saya cuba pelajari kitab mereka untuk membuktikan bahwa Islam agama salah dan Muhammad bukan Nabi,” tegasnya lagi. Atas permintaan Aminah, seorang mahasiswi Arab memberinya sebuah mushaf Al-Quran dan beberapa buku tentang Islam. Aminah mulai mempelajari Al-Quran berikut dengan bantuan 15 buah buku tentang Islam secara intensif. Al-Quran dibaca berulang-ulang, dikajinya berdasarkan rujukan-rujukan yang ada, lalu dibacanya lagi. Begitu seterusnya. Selama mengkaji dia selalu mencatat hal-hal yang tak disetujuinya guna membuktikan pendapatnya Islam agama salah. Kajian berjalan selama hampir satu setengah tahun..

Cari kelemahan Islam

Begitulah, setelah berjalan hampir dua tahun, sebaliknya dia pula memahami dari mahasiswi Islam tersebut berbanding dengan ajaran Kristian, malah Aminah yang akhirnya belajar Al-Quran. Awalnya dia mempelajari Quran untuk mencari kesalahan-kesalahan Islam, untuk membuktikan Nabi Muhammad bukan Nabi. Akan tetapi semakin dibaca, semakin tertarik ia dengan Islam. Tanpa disadari, perilakunya mulai sedikit berubah. Rupanya perubahan itu menarik perhatian suaminya. “Sungguh, tanpa saya sedari ada perubahan kecil dalam harian saya. Tapi itu sudah cukup mengganggu fikiran suami. Biasanya setiap Jumaat dan Sabtu kami sering pergi ke bar atau menghadiri pesta. Tapi saya tidak begitu suka lagi. Bahkan berhenti makan babi dan minum-minuman keras,” katanya. Lama- kelamaan suaminya mulai menaruh curiga dengan perubahan itu. Suaminya menduga Aminah ada hubungan gelap dengan lelaki lain. Puncaknya, mereka pisah bilik tidur, dan bahkan kemudian pisah apartemen. Namun Aminah masih terus mengkaji Al-Quran. Secara khusus dia mengaku sangat tertarik dengan apa yang dikatakan Al-Quran tentang laki-laki dan perempuan. Wanita Islam, sebelum dia mempelajari Al-Quran, dia fikir berada dalam penindasan suaminya. “Waktu itu dalam sangkaan saya suamilah yang memaksa istri, misal untuk memakai jilbab,” ujar Aminah. Melalui kajian intensif, dia dapati bahawa wanita Islam punya kesamaan hak dalam pekerjaan, pendidikan tanpa memperhatikan gender mereka. Yang menarik baginya, pada saat seorang wanita Islam menikah, maka dia tidak harus mengganti nama belakang (nama keluarga-red) menjadi nama keluarga suami, tapi tetap menjaga nama ayahnya. Dan banyak lagi perkara-perkara lainnya. Dari situ Aminah mengambil kesimpulan bahwa Islam atau dengan kata lain Nabi Muhammad telah mengangkat darjat dan martabat kaum wanita.

Didatangi lelaki berjubah

Akhirnya, satu malam seseorang mengetuk pintu rumahnya. Ternyata seorang lelaki berjubah dan mengaku bernama Abdul Aziz Al-Sheikh. Ia ditemani tiga orang temannya dengan pakaian yang sama. Aminah sangat terkejut dengan kedatangan lelaki tidak diundang itu. Apalagi tatkala lelaki berjubah tersebut mengatakan bahawa hanya masalah waktu saja bagi Aminah untuk menjadi seorang muslim. “Dia berkata saya sudah siap jadi seorang Islam. Saya terus menyankal pernyataannya itu dengan menyebut saya orang Kristin. Selama ini saya hanya cuba mengkaji, bukan mahu masuk Islam. Begitu kata saya malam itu,” jelas Aminah. Begitupun Aminah mempersilahkan mereka masuk karena ia ingin mengajukan beberapa pertanyaan tentang Islam yang masih menyelubungi fikirannya. Aminah menajukan semua pertanyaannya, hasil kajiannya selama hampir dua tahun. Abdul Aziz mendengarkan dengan seksama. Setiap pertanyaan dijawabnya dengan sangat tenang dan teratur.Aminah mengaku sangat puas dengan jawapan-jawapan yang diberikan. “Akhirnya, keesokan harinya, dengan disaksikan Abdul-Aziz dan tiga temannya sayapun bersyahadah. Saat itu 21 Mei 1977,” katanya.

Disisihkan oleh Keluarga

Segera setelah Islamnya Aminah, perlahan ujian demi ujian pun datang. Dia disisihkan oleh keluarga dan teman-temannya. Ibunya tak mengakui lagi ia sebagai anak. Yang lebih parah,ayahnya pula sampai sanggup hendak menembaknya pula.Kakak Aminah menganggap ia sudah gila dan perlu dirawat di rumah sakit jiwa. Belum berhenti disitu, suami pun menceraikannya. Yang membuat hati Aminah sangat pedih adalah diwaktu menghadiri untuk mendapat pengadilan dari pihak kerajaan tempatan, dan mereka memutuskan yang dia tidak mempunyai hak mengasuh kedua anaknya, kecuali meninggalkan Islam. “Saya memutusakan untuk tidak mendapat keadilan dari kerajjan tempatan dengan hati yang hancur. Anda boleh bayangkan bagaimana hati seorang ibu dipisahkan dari anak-anaknya,” ujar Aminah sedih. Belum selesai sampai disitu, setelah memakai jilbab ia malah dikeluarkan dari tempat kerjanya. Namun karena cintaannya pada Islam, penderitaan-penderitaan itu tidak membuat imannya runtuh. Aminah membaca sebuah ayat suci Al-Quran (Ayat Kursi) yang membuat hatinya tenang: Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara kedua-duanya, dan Allah Maha Tinggi Lagi Maha Besar. (Q.S. 2;255).

Anggota keluarga Aminah masuk Islam

Meskipun keluarga menjauhkannya, Aminah tetap menjaga hubungan dengan mereka. Misalnya, ia sering berkirim surat dan selalu menulis beberapa terjemahan ayat Quran dan hadis yang berhubungan dengan masalah sosial kemanusiaan. Namun Aminah tak menyebut atau menyatakan nasihat-nasihat itu dari Al-Quran. Rupanya strategi itu ada kesannya. Lama-kelamaan ada respon positif dari anggota keluarga. Aminah pun terus berkirim surat bersama sisipan nasihat berisi ayat Quran dan hadis Nabi.
Begitulah, dengan sabar dan doa, satu demi satu anggota keluarganya masuk Islam. Pertama, seorang nenek yang sudah uzur. “Nenek berusia 100 tahun ketika menerima Islam. Kemudian setelah itu dia meninggal dunia. Masya Allah nenek meninggal dengan membawa buku amalan yang penuh kebajikan ke akhirat,” cerita Aminah.

Tidak lama kemudian, ayah yang dulu hendak membunuhnya juga memeluk Islam. Dua tahun kemudian, ibu saya diikuti oleh kakak Aminah juga bersyahadah. Dan yang membuat Aminah sangat gembira lagi, anaknya yang telah meningkat dewasa (umur 21 tahun) juga mengikuti jejaknya. Yang paling mengharukan, enam belas tahun selepas Islamnya Aminah, mantan suaminya juga mengucap dua kalimah syahadah. Mantan pasangan hidupnya itu bahkan meminta maaf atas segala kekhilafannya.

Dan Aminah ketika itu telah berkahwin dengan lelaki yang lain. Dia juga pernah pergi beberapa kali ke hospital dan diagnosi oleh doktor mengidap penyakit kanser rahim dan tidak boleh memiliki anak lagi. Namun Maha Kuasanya Allah s.w.t, Aminah di dapati pula mengandung dan dikurniakan seorang anak laki-laki yang diberi nama “Barakah”.
“Saya sangat gembira menjadi seorang Muslim. Islam adalah hidupku. Islam adalah irama hatiku. Islam adalah darah yang mengalir di sekujur tubuhku. Islam adalah kekuatanku. Islam telah membuat hidupku sangat menyenangkan. Tanpa Islam aku tak bererti apa-apanya. Andai Allah s.w.t memalingkan wajah-Nya dariku, sungguh aku tak mampu bertahan hidup,” senandung Aminah Assilmi yang telah dua kali menunaikan haji ke Mekkah.

Tidak malu menunjukkan identiti Islam

Aminah dalam beraktivitinya tidak mersa malu menunjukkan keislamannya. Misalnya, dia
mengenakan busana muslimah secara sempurna. Jilbab menutupi sekujur kepala dan rambutnya, serta busana panjang menutupi seluruh anggota tubuhnya. Sesuatu yang tidak lazim sebenarnya bagi warga di Amerika, dimana wanita umumnya gemar mempertontonkan aurat mereka.
Satu ketika Aminah memberikan kuliah di hadapan mahasiswa yang memenuhi ruang kuliah di Universiti Tennesse tentang status wanita dalam Islam berjudul “Wanita Muslim berbicara dari balik hijabnya.”

“Wanita muslim tidak dibatasi dalam berkerja oleh agamanya. Begitupun, bagi saya, perkerjaan terbaik adalah menjadi seorang ibu. Karena para ibulah yang membentuk generasi masa depan,” ujar Aminah . Wanita Islam, lanjutnya, saat ini banyak mendapat diskriminasi di di mana saja hanya karena mereka berjilbab. Ia menekankan, terutama di negerinya Amerika, muslimah sangat sulit memdapat haknya. Pernah satu saat ketika Aminah hendak menunaikan cek di sebuah bank. Seorang pegawai keselamatan bank serta merta menghardiknya seraya mengarahkan muncung senapang ke wajahnya. “Itu hanya karena saya berjilbab,” katanya.

Aminah mengingatkan para pengkritik Islam yang kerap menyebut bahwa wanita-wanita di negeri-negeri Islam tertindas di bawah kekuasaan lelaki. Ia menjelaskan bahwa yang menindas mereka bukanlah Islam, tapi budaya setempat. Dalam Islam wanita begitu dihormati dan tinggi darajatnya. “Jangan anggap (ajaran Islam) seperti itu. Sangat bodoh,” ujarnya. Ia sangat tidak setuju Islam dijadikan kambing hitam.
Itulah Aminah Assilmi. Dulunya membenci Islam dan bahkan bermaksud meng-Kristiankan kawan sekelasnya. Berbagai ujian dan penderitaan yang datang selepas ia memeluk Islam tidak membuatnya berputus harap pada Allah. Allah berikan ganjaran atas kesabarannya itu dengan mengirimkan hidayah kepada seluruh anggota keluarganya. Kini ia bersama organisasinya memperjuangkan agar umat Islam di Amerika mendapatkan penerimaan dikalangan rakyat amerika. Salah satu kejayaan yang telah mereka capai adalah penghantaran kad kad ucapan Idul Fitri, hasil kerjasama dengan pejabat pos Amerika. Wallahu ‘alam bisshawab. Sekian..

Monday, October 5, 2009

This Is Woman 3




Semua orang kata aku lahir dari perut mak..
(bukan orang kata...memang betul)


Bila dahaga, yang susukan aku.... mak
Bila lapar, yang suapkan aku.... mak
Bila keseorangan, yang sentiasa di sampingku.. .. mak
Kata mak, perkataan pertama yang aku sebut.... Mak
Bila bangun tidur, aku cari.... mak
Bila nangis, orang pertama yang datang .... mak
Bila nak bermanja, aku dekati.... mak
Bila nak bergesel, aku duduk sebelah.... mak
Bila sedih, yang boleh memujukku hanya.... mak
Bila nakal, yang memarahi aku.... mak
Bila merajuk, yang memujukku cuma.... mak
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah.... mak
Bila takut, yang tenangkan aku.... mak
Bila nak peluk, yang aku suka peluk.... mak
Aku selalu teringatkan .... mak
Bila sedih, aku mesti talipon.... mak
Bila seronok, orang pertama aku nak beritahu..... mak
Bila bengang.. aku suka luah pada.. mak
Bila takut, aku selalu panggil... "mmaaakkkk! "
Bila sakit, orang paling risau adalah.... mak
Bila nak exam, orang paling sibuk juga.... mak
Bila buat hal, yang marah aku dulu.... mak
Bila ada masalah, yang paling risau.... mak
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. mak
Yang selalu masak makanan kegemaranku.... mak
kalau balik ke kampung, yang selalu bekalkan ulam &
lauk pauk....mak
Yang selalu simpan dan kemaskan barang-barang aku.... mak
Yang selalu berleter kat aku... mak
Yang selalu puji aku.... mak
Yang selalu nasihat aku.... mak
Bila nak kahwin..Orang pertama aku tunjuk dan rujuk..... mak

This Is Woman 2

Aku ada pasangan hidup sendiri....

Bila seronok, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari.... mak
Bila berjaya, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada.... mak
Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat.... emakku
Bila nak bercuti, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku hantar anak ke rumah.... mak
Bila sambut valentine.. Aku bagi hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. mak ingat kat aku
Bila-bila... aku akan talipon pasanganku
Entah bila... aku nak talipon mak
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah bila... aku nak belikan hadiah untuk emak

Sunday, October 4, 2009

This is Woman

Renungkan:
"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja...
bolehkah kau kirim wang untuk mak?
mak bukan nak banyak... lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya........
Tapi kalau mak sudah tiada..... .....
MAKKKKK...RINDU MAK.... RINDU SANGAT....

Berapa ramai yang sanggup menyuapkan ibunya....
berapa ramai yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
berapa ramai yang sanggup mengantikan lampin ibunya.....
berapa ramai yang sanggup membersihkan najis ibunya.......
berapa ramai yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya....
berapa ramai yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
dan akhir sekali berapa ramai yang sembahyang JENAZAH ibunya......
Seorang anak mendapatkan ibunya yang sedang sibuk menyediakan
makan malam didapur lalu menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu.
Si ibu segera mengesatkan tangan di apron menyambut kertas yang
dihulurkan oleh si anak lalu membacanya.Kos upah membantu ibu:
1) Tolong pergi kedai : RM4.00
2) Tolong jaga adik : RM4..00
3) Tolong buang sampah : RM1.00
4) Tolong kemas bilik : RM2.00
5) Tolong siram bunga : RM3.00
6) Tolong sapu sampah : RM3.00
Jumlah : RM17.00
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak sambil sesuatu berlegar-legar si mindanya. Si ibu mencapai sebatang pen dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
1) Kos mengandungkanmu selama 9 bulan - PERCUMA
2) Kos berjaga malam kerana menjagamu - PERCUMA
3) Kos air mata yang menitis keranamu - PERCUMA
4) Kos kerunsingan kerana bimbangkanmu - PERCUMA
5) Kos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu -PERCUMA
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - PERCUMA

Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh siibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,
"Saya Sayangkan Ibu". Kemudian si anak mengambil pen dan menulis "Telah Dibayar" pada mukasurat yang sama ditulisnya.
"Jika kamu menyayangi ibumu, sayangi wanita,hargailah kemuliaan kamu yang Allah berikan dan bantulah wanita menghargi diri mereka.

video